Turki Mau Kirim Ribuan Milisi Sengit Suriah ke Azerbaijan

VIVA   –  Beribu-ribu pejuang pemberontak Suriah mendaftar untuk bekerja di perusahaan keamanan preman Turki sebagai penjabat perbatasan di Azerbaijan, saat konflik berkepanjangan kurun Baku dan Armenia semakin membuktikan tanda peningkatan berbahaya.

Penyebaran ini merupakan tanda meningkatnya keinginan Turki untuk memproyeksikan kekuatan di luar negeri dan semakin meningkatkan eskalasi persaingan regional dengan Rusia.

Saat itu, Turki telah terlibat dalam perebutan kekuasaan yang tidak stabil dengan Rusia dalam konflik di Suriah dan Libya, dan ketegangan diduga akan meluas ke Nagorno-Karabakh.

Baca serupa: UAS Ulas Cerahnya Masa Depan Penghapal Alquran, Mahfud Sebut Terbukti

Tiga pria di salah satu wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah  mengaku hampir utama dekade perang dan kemiskinan melaksanakan mereka tertarik mendaftar. Para majikan milisi dan perantara, menjanjikan order dengan perusahaan keamanan swasta Turki di luar negeri.

Gaji yang dijanjikan sangat luhur dibandingkan yang mereka dapatkan sejak pemberontakan Suriah dari Ankara di dalam perang melawan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Turki mendukung oposisi Suriah semenjak awal perang. Mereka juga menggunakan beberapa pejuang pemberontak sebagai proksi melawan pasukan pimpinan Kurdi, walaupun dihadapi tuduhan pelanggaran HAM.

Sejak Desember lalu, Ankara juga memfasilitasi pergerakan ribuan pengacau Suriah ke Libya sebagai tentara bayaran, di mana mereka positif mengubah gelombang perang saudara untuk mendukung panglima perang yang dibantu oleh pemerintah.

Masuknya pejuang asing akan menambah kompleksitas dalam pertempuran antara Yerevan serta Baku atas wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Wilayah itu secara hukum dianggap sebagai arah dari Azerbaijan, namun dijalankan oleh etnis Armenia sejak mendeklarasikan kemerdekaan pasca-runtuhnya Uni Soviet tahun 1991. Daerah tersebut menarik perhatian Barat, karena menjadi koridor pipa minyak dan gas utama.

Dilansir dari The Guardian, Turki memiliki ikatan budaya dan ekonomi yang kuat dengan Azerbaijan. tengah Rusia secara tradisional dekat dengan Armenia, tetapi menjalin hubungan secara elit Baku dalam beberapa tarikh terakhir dan menjual senjata ke kedua pihak.

Walaupun komunitas internasional telah menyerukan deeskalasi dan kembali ke proses diplomatik terkait persoalan sengketa wilayah tersebut, namun Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Baku mendapat pertolongan penuh dari negaranya. (ase)