Toyota Juga Pernah Saingi Honda Jual Sepeda Motor

VIVA   – Toyota dikenal masyarakat Indonesia sebagai perusahaan otomotif, yang produknya laku keras pada Indonesia. Pabrikan asal Jepang ini mendominasi daftar merek dan arketipe kendaraan bermotor terlaris, selama bertahun-tahun.

Beberapa model mobil yang dihadirkan bahkan dikategorikan jadi kendaraan legendaris, karena sejarahnya dengan panjang serta menoreh banyak prestasi. Mulai dari Kijang  hingga Avanza.

Namun, ada satu hal yang belum banyak diketahui orang soal Toyota, yakni zaman mereka memproduksi kendaraan usai Perang Dunia II.

Dilansir  VIVA Otomotif   dari laman  Rideapart , Kamis 24 Desember 2020, seorang warga Jepang bernama Sakichi Toyoda awalnya melakoni usaha pembuatan mesin tenun pada masa 1920-an.

Pada 1933,   ia mempercayakan putranya, Kiichiro Toyoda untuk menjalankan perusahaan dengan bergerak dalam bidang produksi mobil. Akhirnya pada 1937, berdiri kongsi Toyota.

Salah satu karyawan bernama  Kazuo Kawamata berpolemik dengan Toyoda, soal potensi membikin kendaraan bermotor roda dua. Alasannya, usai Perang Dunia II  banyak warga yang membutuhkan kendaraan melimpah.

Akhirnya, pada 1949 Kazuo mendirikan kongsi yang diberi nama Toyo Mesin, yang bernaung di bawah Toyota. Pabrikan ini mulai memproduksi sepeda bermotor, dan cukup diminati oleh konsumen.

Pada era bersamaan, Soichiro Honda yang sebelumnya menjual pabrik pembuatan komponen instrumen ke Toyota memutuskan untuk melangsungkan hal yang sama, yakni menyusun sepeda yang dipasangi mesin.

Sementara itu, motor kreasi Kazuo awalnya sempat laku 10 ribu unit per tahun, sebelum akhirnya mengalami masalah dalam situasi pengembangan dan resmi tutup di dalam 1960.