Petugas Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

VIVA   –  Polisi  segera mengumumkan tersangka urusan kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Gede RI. Informasi terbaru dari pemeriksa kepolisian, setidaknya dalam pekan ini  akan dilakukan gelar perkara bersama jaksa peneliti.

Besar Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, meminta dukungan dan doa agar minggu ini proses penyidikan kasus tindak pidana itu bisa tuntas.

“Setelah ekspos di depan jaksa peneliti, tentunya akan dijalankan gelar perkara untuk menentukan tersangka. Semoga minggu ini bisa tuntas, ” kata Awi di Mabes Polri pada Senin, 19 Oktober 2020.

Baca juga: Pelajar SMK yang Nikahi Dua Gadis Diminta Tetap Lanjutkan Sekolah

Kemudian, Awi mengatakan, penyidik tidak mengalami hambatan dalam menyelenggarakan proses penyelidikan hingga penyidikan peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan. Memang, sirih dia, prosesnya cukup lama menetapi saksi-saksi yang diperiksa juga penuh.

“Tidak ada tahanan, karena memang prosesnya panjang dan yang diperiksa panjang banyak sekadar yang harus dievaluasi, ” ujarnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan Bareskrim Polri bersama Kejaksaan Agung telah melakukan gelar pasal kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Mulia di Kantor Bareskrim pada Kamis, 17 September 2020.

Dalam gelar perkara tersebut, ada Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit, Jaksa Agung Muda Pidana Ijmal (Jampidum) Kejaksaan Agung Fadil Zumhana, Kepala Pusat Labfor Polri, Penasihat Tindak Pidana Umum Bareskrim & lainnya.

Akhirnya disimpulkan  bahwa terdapat dugaan peristiwa kejahatan atas kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu, 22 Agustus 2020 pukul 18. 15 WIB. Sehingga, gelar perkara meningkatkan urusan ini dari penyelidikan ke periode penyidikan.

Karena  sangkaan sementara ada pelanggaran terhadap Perkara 187 dan Pasal 188 Teks Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Oleh karena itu, penyidikan dilakukan buat meningkatkan saksi potensial menjadi simpulan.

Adapun bunyi Urusan 187 KUHP, bahwa barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran terancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal.

Kemudian Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (ase)