Petugas Bongkar Penipuan 1, 4 Ton Bawang Merah di Tangerang

VIVA   –  Aparat Polsek Balaraja dan Polres Kota Tangerang berhasil membongkar usaha penipuan jual beli bawang abang sebanyak 1, 4 ton pada wilayah Tangerang.

Pada kasus ini, petugas mengamankan lima orang tersangka yang berinisial TA, AG, SA, IN, dan SU, serta barang bukti berupa satu unit mobil pick up .

Kapolresta Tangerang Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kesibukan penipuan ini bermula ketika karakter berusaha menghubungi korbannya melalui jalan sosial Facebook dengan akun Penguasaan Saputra. Setelah berhasil berkomunikasi, karakter langsung menawarkan harga tinggi terhadap barang yang akan dibelinya.

“Jadi karakter dan korban berkomunikasi melalui Facebook. Di situ lah pelaku menawarkan harga tinggi untuk barang dengan akan dibelinya, yakni bawang abang dan itu langsung dikirim sejak Brebes, Jawa Tengah. Dimana, itu tawar harga ke korban Rp20 ribu per kilonya, dan itu pesan 1, 4 ton, ” katanya, Jumat, 11 Desember 2020.

Setelah sepakat secara harga beli tersebut, pelaku mencari jalan meyakinkan korbannya dengan melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp1 juta.

“Untuk meyakinkan korbannya, pelaku ini melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp 1 juta. Dan dalam perjanjiannya, pelaku mau membayarkan seluruh sisa uang sekitar Rp35 juta saat bawang tersebut sudah diantarkan ke Pasar Sentiong Balaraja, Kabupaten Tangerang, ” ujarnya.

Sesudah proses tersebut, korban pun tepat melakukan melakukan proses pengiriman barang ke wilayah Tangerang. Hingga di pukul 23. 00 WIB, bahan tersebut tiba di Pasar Sentiong, Balaraja. Di sana, enam orang tersangka sudah menunggu barang tersebut.

“Setelah bertemu, para-para pelaku melakukan pemindahan barang ke mobil yang dibawa pelaku. Awut-awutan, satu per satu tersangka itu meninggalkan korbannya, hingga tersisa utama pelaku yang meninggalkan korban dengan alasan ingin mengambil uang ke ATM. Namun, nyatanya pelaku tak kembali lagi dan tidak bisa dihubungi, ” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, bawang tersebut langsung dijual kembali dengan kehormatan murah kepada para pedagang atau agen di sejumlah wilayah tiba dari Rp14 hingga Rp16 ribu per kilogramnya. Selanjutnya, dijual kembali oleh para pedagang itu dengan harga sesuai yang ada di pasaran, yakni Rp24 ribu mematok Rp25 ribu per kilogram.

Aksi itu telah berlaku kurang lebih satu tahun dengan keuntungan hingga Rp200 juta datang Rp300 juta rupiah. Atas peristiwa tersebut pun, para pelaku saat ini dijerat dengan pasal 378 KUHPidana dengan hukuman 4 tahun kurungan.

Baca pula:   Habib Rizieq Diperiksa secara Status Tersangka