Pengguna Knalpot Berisik dan Ban Gila Kena Razia Polisi

VIVA   –  Lengah satu  keunikan  dari modifikasi instrumen, yakni terkadang apa yang kita lakukan menjadi  tren  dan diikuti oleh banyak orang. Sayangnya, tak jarang  ubahan  yang dilakukan justru salah  kaprah, seperti mengganti knalpot dengan model balap bersuara kencang.

Modifikasi lain pada besar yang saat ini sedang  digandrungi, yaitu mengganti ban penopang dengan ukuran lebar yang lebih kecil. Hal ini biasa lumrah dengan istilah ban cacing, karena bentuknya kecil mirip hewan tak bertulang itu.

Situasi ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga berpotensi menjadikan kecelakaan lalu lintas dan merugikan pengguna jalan lainnya. Tak heran, apabila kemudian petugas kepolisian meminta para pemilik kendaraan itu buat mengembalikan  kondisinya  seperti semula.

Dihancurkan sendiri oleh pemilik
Seperti yang terjadi di  Magelang, Jawa Tengah.   Dilansir  VIVA  Otomotif  dari  laman  Facebook  @Bekakas , Selasa 30 Juni 2020, sebuah foto memperlihatkan tumpukan knalpot dan pelek dengan ban cacing dikumpulkan oleh polisi.

Petugas meminta pemilik instrumen untuk melepas dua benda tersebut dari motor, dan memasang pelek serta knalpot bawaan pabrik. Knalpot balap yang sudah dilepas, diminta untuk dihancurkan dengan menggunakan pemukul agar tidak lagi bisa digunakan.

Mengganti knalpot kaki dengan versi balap  diklaim  mampu membuat akselerasi kendaraan jadi bertambah cepat. Tapi, seringnya pemilik mesin melakukan itu hanya demi cara semata, tanpa mempedulikan efek ribut yang dihasilkan pada lingkungan kira-kira.

Sementara, penggunaan ban cacing bisa mewujudkan laju motor jadi kurang tetap, terutama saat melintasi permukaan cerdik atau belokan. Alasannya, karet yang menempel di aspal jumlahnya lebih sedikit dari yang dibutuhkan untuk bisa meluncur dengan aman.

Baca juga:   Jadwal Gerai dan SIM Putaran Jakarta, Bekasi dan Bandung 1 Juli 2020
Data SGP