Mendalam Zona Merah, Mulai Malam Nanti Kota Bogor Terapkan Jam Malam

VIVA   –  Pemerintah Kota (Pemkot) Enau akhirnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas selama dua pekan.   Kebijakan ini terhitung mulai malam ini Sabtu 29 Agustus hingga 11 September 2020 menyusul ditetapkannya Kota Bogor mendalam zona merah atau risiko tinggi penularan COVID-19 oleh Satuan Suruhan (Satgas) Penanganan COVID-19.

“Kita mempercepat evaluasi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas. Jadi, RW yang merah akan dibatasi aktivitasnya atau semi lockdown RW-RW yang merah, ” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Jajaran Forkompinda saat konferensi pers di teras Balai Kota Bogor, dikutip Sabtu, 29  Agustus  2020.

Mengaji juga:   Dokter maka Juru Parkir Puskesmas di Kota Bogor Positif COVID-19

Pembatasan mikro dalam RW zona merah, warga diminta untuk tidak beraktivitas di asing atau berkerumun, termasuk membatasi kegiatan sosial keagamaan yang pengawasannya membabitkan babinsa, bhabinkamtibmas, ASN, Kelurahan, Kecamatan dan RW siaga.

“Boleh beraktivitas kalau untuk kesehatan tubuh dan pangan. Jadi masih bisa bekerja tapi tidak boleh berkerumun atau nongkrong. Jadi bukan bermanfaat lockdown total, ” jelas Bima.

Di Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas ini, Pemkot Bogor memberlakukan jam operasional untuk toko-toko, unit usaha hingga memukul 18. 00 WIB dan juga jam malam aktivitas warga pada luar hingga pukul 21. 00 WIB.

“Jadi, jam 6 malam itu stop dulu operasional mal, kafe, restoran, jangan sampai ada kerumunan-kerumunan. Tanda 9 malam sebaiknya tidak tersedia aktivitas di luar, enggak ada lagi yang nongkrong dimana-mana, kita akan awasi setiap malam. Kita ingin warga tahu bahwa sekarang situasinya sedang tidak baik, ” tegasnya.

Pihaknya telah menyiapkan payung hukum berupa Perwali Nomor 107 Tahun 2020 melanda sanksi dari hukuman sosial mematok denda jika warga kedapatan melanggar. “Perwalinya tinggal ditandatangani, ” katanya.

Selain itu, Pemkot Bogor akan melibatkan lebih rajin lagi komunitas-komunitas yang tidak terjangkau oleh RW, seperti perkantoran, tempat usaha dan lain-lain untuk meneliti protokol kesehatan.  

Berdasarkan  data Dinas Kesehatan Praja Bogor,   per tanggal 27 Agustus 2020, tercatat zona merah di Kota Bogor, 104 RW zona merah dari total 797 RW atau sebesar 13, 42 persen  dan 49 Kelurahan Zona Merah dari 68 Kelurahan atau sebesar 72, 05 persen.

Keterangan Jubir Pemkot Bogor untuk Siaga Corona Kota Enau,   Kepala Dinas Kesehatan Praja Bogor, Dr. Sri Nowo Retno, MARS menyampaikan data COVID-19, bola lampu 28 Agustus 2020  yakni 553 terkonfimasi  positif dengan 29 orang meninggal dunia.