Kacau Info Belanja Masih Pakai Kampil Plastik Denda Rp250 Ribu

VIVA   –  Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan sanksi administratif pelanggaran pelaksanaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan atau KBRL  tidak menyasar konsumen atau pembeli.

Kepala Jawatan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, sanksi administrasi cuma dibebankan kepada tiga subjek kaidah yang diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 yaitu, pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan, dan pemangku pasar rakyat.

“Tidak ada sanksi yang menyasar konsumen atau pembeli. Sanksi kepada pemimpin pun lebih bernuansa pembinaan dan diberikan secara bertahap, ” ungkap Andono, dalam keterangannya Kamis 9 Juli 2020.

Andono menjelaskan, kebijakan KBRL tujuannya untuk memastikan kota Jakarta semakin bersahabat terhadap lingkungan tumbuh dan kegiatan-kegiatan di masyarakat tidak menghasilkan residu.

Menangkap Juga:   Alasan Aurel Hermansyah Kesemsem Banget sama Atta Halilintar

Dikatakan Andono, pengawasan yang dilakukan bukan semata-mata mencari pelanggaran, namun lebih kepada jalan mengubah perilaku. Pasalnya, residu yang tidak bisa di daur ulang menimbukan masalah tidak saja buat generasi saat ini, namun selalu masa depan. “Tujuannya bukan menaikkan pendapatan DKI dengan menemukan pelanggar, tetapi tujuannya mengubah perilaku. Supaya semua kegiatan menjadi kegiatan dengan ramah lingkungan, ” kata Andono.

Sebelumnya beredar berita bohong atau hoaks di mana petugas merazia pembeli atau konsumen yang membawa tas belanja sendiri. Beberapa pesan berita bohong yang beredar diantaranya:

“ Belanja memakai kantong plastik kena denda 250k walau kita bawa dari rumah. Depan toko/ mall ada dominasi dari pemda. HATI2! ”

“Pengecekan, kalo pakai kantong plastik didenda Rp25jt. Jd penjual & pembeli tdk boleh pakai plastik, walau dibawa dari rmh. ”

Pesan tidak bertanggung berat tersebut beredar  sejak Senin 6 Juli 2020 melalui layanan pesan WhatsApp dengan melampirkan foto petugas yang sedang melakukan pengawasan. “Saya menegaskan bahwa pesan tersebut disinformasi yang dibuat orang tidak bertanggung jawab, ” kata Andono.