Jaga Negara Versi Ketua KPK Merupakan Lawan Kolonialisme Korupsi

VIVA   –  Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, menyebut semangat bela negara harus dijadikan pijakan dan ikutan untuk masyarakat bersatu melawan bandingan negara.

Menurut Firli, membela negara harus lebih jauh, tidak lagi sekadar nostalgia yang bersifat seremonial. Baginya, salah satu semangat bela negara juga melawan ancaman seperti rongrongan laten korupsi yang lambat laun akan meluluhlantakkan negeri ini.

“Korupsi bukan hanya kejahatan yang mudarat keuangan atau perekonomian negara semata. Akan tetapi, korupsi adalah kesalahan kemanusiaan, di mana banyak negara gagal mewujudkan tujuan dan perintah utamanya, yaitu melindungi serta memenuhi seluruh hak dasar rakyatnya, ” kata Firli dalam keterangannya, di dalam memperingati Hari Bela Negara, Minggu, 20 Desember 2020.

Baca selalu:   Anggota Polri Diduga Peras Wanita Penyedia Layanan Kencan MiChat

Firli  mengiakan sependapat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo belum lama ini kalau perlunya pendidikan antikorupsi sejak dini. Ini untuk membentuk generasi keturunan terhadap budaya antikorupsi, serta membikin sistem menutup peluang terjadinya penyelewengan uang negara dan jabatan.

“Sebagai unsur penyelenggara negara, ujung tombak pemberantasan korupsi dalam Indonesia, KPK sebagaimana yang diamanatkan undang-undang kepada kami, telah menyusun dan menjalankan 3 (tiga) desain pemberantasan korupsi yang merupakan core business KPK dalam pemberantasan korupsi besar yang dilaksanakan secara holistik, lengkap sistemik, dan sustainable, ” nyata mantan Kapolda Sumatera Selatan itu.

Firli pun memaparkan, pendekatan mulai sejak tingkat pendidikan yakni TK tenggat sekolah tinggi membentuk pola pikir serta budaya perilaku antikorupsi. Penyederhanaan pola atau pemangkasan tumpang tindih regulasi di birokrasi juga telah menjebak semua pihak dan segera kudu diakhiri.

KPK, kata pendahuluan Firli, juga terus melakukan pendekatan penindakan yang tegas, profesional, akuntabel dan menjunjung tinggi hak pokok manusia.

“Ingat, menangkap koruptor adalah tugas KPK & aparatur penegak hukum lainnya, tetapi mencegah korupsi yang jelas kebusukan kemanusiaan adalah tugas mulia yang harus kita (segenap rakyat Indonesia) lakukan bersama, ” kata Firli.

“Mari bersama kita gelorakan semangat bela negara sejak kolonialisme korupsi, agar cita-cita founding fathers di mana kesejahteraan umum di kehidupan bangsa yang cerdas serta antikorupsi, dapat dirasakan oleh semesta bangsa Indonesia, mulai Sabang sampai Merauke dan Miangas hingga Tanah Rote serta segenap tumpah darah Indonesia di mana pun mereka berada, ” sambungnya. (ase)