Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Hari Ini

VIVA   – Per 1 Juli 2020 hari ini, besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau dengan populer dengan sebutan BPJS Kesehatan resmi naik. Kenaikan nominal iuran premi tersebut yakni menjadi Rp150. 000 untuk kelas 1, Rp100. 000 untuk kelas 2, serta Rp42. 000 untuk kelas 3.

Ada pun kebijaksanaan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Agunan Kesehatan.

Terkait kenaikan tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan tubuh, M Iqbal Anas Ma’ruf mengucapkan tanggapannya.

Baca juga: Deretan Meme Kocak Warganet Sindir Aksi #MarahUnfaedah Jokowi

Dilansir dari situs resminya, pBPJS Kesehatan mengingatkan bahwa khusus iuran khusus kelas 3, di tahun 2020 ini  peserta hanya membayar sejumlah Rp 25. 500, -, sisanya sebesar 16. 500, – dibiayai oleh pemerintah.

“Ini merupakan wujud perhatian dan afeksi pemerintah terhadap kondisi finansial bangsa, sehingga pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas 3, ” ungkap M Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa 30 Juni 2020.

“Kita harus pahami, bahwa dalam kondisi pandemi seperti ini risiko sakit akan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Pemerintah mencari jalan memastikan peserta tetap dalam status aktif, ” kata  Iqbal.

Baca juga: Hebatnya Petani Vietnam Terpaksa Bertani Malam karena Cuaca Ekstrem

Iqbal  karena itu mengimbau, masyarakat diharapkan dapat memastikan memiliki perlindungan sosial termasuk jaminan kesehatan, memastikan status kepesertaan aktif sehingga apabila terjadi kondisi sakit dapat terlindungi baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun pembiayaannya.

Pada prinsipnya, Pemerintah ingin penyajian kesehatan kepada peserta JKN-KIS tak terhambat, terutama memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini di sedang pandemi COVID-19.

“Untuk peserta kelas 1 dan kelas 2, apabila peserta merasa tidak mampu membayar dengan skema iuran yang baru, BPJS Kesehatan hendak memfasilitasi penyesuaian atau pindah status sesuai dengan kemampuannya, ” perkataan M Iqbal Anas Ma’ruf.

Pada tahun ini, Iqbal menerangkan BPJS Kesehatan juga tetap berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan yang berfokus kepada peserta. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para pengikut.

Baca selalu: Hati-hati, Main Layang-layang Berisiko Tersengat Jaringan Listrik PLN

“Peningkatan kualitas layanan & kepuasan peserta senantiasa menjadi fokus kami dalam melakukan perbaikan sejak tahun ke tahun. Oleh sebab itu, pada awal tahun 2020, kami telah merencanakan poin-poin yang akan kami tingkatkan dari bagian layanan melalui 10 komitmen pemeriksaan layanan, mulai dari layanan dalam Kantor BPJS Kesehatan sampai dengan layanan di fasilitas kesehatan, ” kata Iqbal.

Awalnya, keputusan pemerintah kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan menuai polemik serta jadi sorotan tajam di kalangan masyarakat.

Presiden Jokowi tetap bersikeras menaikkan premi iuran  meski sebelumnya Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan untuk tidak memasang premi.

Baca serupa:   Menkeu: Negara-negara Nekat Buka Ekonomi Cepat Alami Kenaikan COVID-19
Data HK