Fakta Konyol Kiper ‘Camat’ Inter: 2 Kartu Merah Tapi Tak Pernah Main

VIVA â€“ Statusnya camat alias cadangan mati, tapi kiper Inter Milan, Tommaso Berni, punya catatan yang memalukan sepanjang kariernya. Cuma berstatus sebagai cadangan, Berni malah sudah diusir wasit lebih dari sekali.

Sudah dua kali, Berni dikartu merah oleh wasit. Seluruhnya, diterima Berni sepanjang 2020.

Kartu merah pertama diterima Berni pada Januari 2020 lalu. Kala itu, Inter berhadapan dengan Cagliari. Jalannya laga tak memihak ke Inter, karena pada akhirnya Cagliari sukses mencuri satu poin sekaligus menipiskan harapan juara.
Baca juga: Insting Sakti Sir Alex Ferguson dan Bakat Besar Mason Greenwood

Parahnya lagi, Lautaro Martinez dikartu merah. Dan, Berni secara sarkas bertepuk tangan ke wasit. Aksi Berni bikin wasit marah dan melayangkan kartu merah kepadanya.

Kartu merah kedua lahir saat Inter hampir saja dipermalukan Parma. Saat tertinggal 0-1, Berni sering marah-marah ke wasit dan ofisial keempat. Hingga, wasit pada menit 68, wasit mengusir Berni dari lapangan.

Fakta mirisnya, Berni dapat kartu merah lebih banyak dari jumlah capsnya bersama Inter. Ya, sejak gabung ke Inter pada 2014/15, Berni belum pernah main sama sekali.

Tak heran, karena di klub-klub sebelumnya, Berni juga berstatus camat. Total, sepanjang karier profesionalnya, pria 37 tahun tersebut cuma main selama 120 menit alias dua jam.

Gajinya Setahun Setara Eriksen

Kualitas bicara soal bayaran yang pantas. Karena tak kunjung main, Berni menjadi pemain dengan gaji paling rendah di Inter.

Bayangkan saja, saat Christian Eriksen menerima gaji senilai £170 ribu atau setara Rp3,04 miliar per pekan, Berni cuma terima £180 ribu untuk satu tahun. Artinya, gaji Berni cuma £3.500 per pekannya.
Baca juga: Musim Depan, Inter Pakai Jersey Buatan Indonesia

Sebenarnya, Berni bukan kiper sembarangan. Di level junior, dia selalu dipakai oleh Timnas Italia.

Entah kenapa, perkembangan kariernya begitu lambat bahkan merosot drastis hingga akhirnya, menyandang status camat di berbagai klub yang dibelanya macam Inter, Torino, Sampdoria, Sporting Braga, hingga Lazio.