5 Sindikat Curanmor Ditangkap, Satu Ditembak Mati

VIVA semrawut Lima sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pedagang motor hasil curian yang telah buron selama setahun berhasil ditangkap. Sindikat ini sudah beraksi hingga ratusan kali.

“Ini sudah DPO (Daftar Pencarian Orang) dari satu tahun yang berserakan. Kalau dihitung semua sudah ratusan motor ditampung para penampung ini, ” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, dalam Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 19 November 2020.

Baca juga: Spesialis Pencuri Motor Berkaos Doraemon di Tambora Dibekuk Polisi

Kelimanya adalah ACS (24), MY (18), HS (26), MT (31) dan D (26). Satu pelaku, yaitu ACS meregang nyawa. Sebabnya, dia melawan polisi dengan senjata api saat akan dicokok.

Prawacana Yusri, kelimanya punya peran bertentangan mulai dari eksekutor pencari motor sasaran hingga penadah.

“Satu tersangka yaitu ACS zaman kita tangkap dia berupaya menyelenggarakan perlawanan ke petugas dengan menggunakan senjata api. Dengan tindakan jelas terukur kita lumpuhkan dan wafat dunia saat perjalanan ke vila sakit, ” katanya.

Sindikat ini sering beraksi di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Mereka biasanya menyasar besar yang terparkir dan minim perlindungan.

Cara mereka menggondol roda dua memakai trik periode, yaitu bermodalkan kunci letter T.

Setiap kali berpose, para eksekutor menjual motor ke penadah dengan harga Rp1 mematok 3, 5 juta per utama unit motor. Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 363 serta 480 KUHP. Para tersangka terancam hukuman di atas lima tarikh penjara.

“Setelah dijual ke penadah, penadah ini melempar motor hasil curian ke DPO I dan biasanya dijual ke daerah Jawa, ” ujarnya.