4 Strategi Jitu Genjot Literasi dan Inklusi Pasar Industri Asuransi

VIVA â€“ Industri asuransi terus berinovasi menggenjot literasi masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi. Hal ini jadi perhatian mengingat literasi asuransi di Indonesia masih rendah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan, literasi asuransi di Indonesia berada di angka 19,4 persen pada periode sebelum pandemi COVID-19. Angka itu Lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Direktur Utama PT BRI Insurance (BRINS) Fankar Umran mengungkapkan, menggencarkan literasi asuransi secara digital adalah hal yang paling efektif dilakukan di masa pandemi saat ini. Dia pun mengungkapkan alasannya.

Di antaranya memiliki daya jangkau yang lebih luas tanpa perlu bertatap muka, aksesibilitas yang lebih efisien, serta milenial friendly dan approachable untuk para pengguna sosial media.

Baca juga: PPKM Darurat, Kemenhub: Perjalanan Domestik Tunjukkan Kartu Vaksin

Dia mengatakan, langkah itu pun didukung oleh fakta bahwa 85 persen transaksi digital saat ini dilakukan oleh generasi milenial dan Z. Generasi tersebut diketahui adalah 59 persen dari populasi Indonesia yang aktif menggunakan sosial media.